September 1, 2008

Kuliah Perdana : Kebijakan dan Implementasi e-Government di Indonesia

1 September ini menjadi kuliah perdana gue di MTI UI, untuk sesi ini diisi kuliah umum oleh dosen tamu dari Depkominfo, Bp. Djoko Agung Harijadi dengan tema Kebijakan dan Implementasi e-Government di Indonesia. Kuliah umum ini menjadi menarik bagi gue karena apa yang dipaparkan oleh Pak Djoko sedikit banyak memotret sisi implementasi IT di Pemerintahan. Banyak contoh-contoh yang sedikit banyak gue temuin di tempat gue bekerja, salah satunya adalah masalah transformasi budaya kerja dari manual menjadi IT based.

Pak Djoko menjabarkan peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam lingkup organisasi menjadi :
  1. TIK sebagai support, peran sebagai pendukung dlm suatu organisasi. Dalam kenyataannya organisasi masin manual, TIK masih sebagai pelengkap suatu keputusan bisnis. Dalam lingkup pekerjaan gue, jelas sekali bahwa posisi TIK masih sebagai support saja karena manajemen tertinggi masih menganggap bahwa unit TIK masih sebagai supporting unit saja.
  2. TIK sebagai enabler, peran sebagai penggerak bisnis suatu organisasi, kelumpuhan TIK dapat membuat organisasi tidak berfungsi.
  3. TIK sebagai transformer, peran sebagai penentu arah bisnis organisasi dan suatu sarana untuk menentukan arah bisnis, produk dan servis baru dari suatu organisasi.

Ada suatu hal yang menarik yang dipaparkan oleh Pak Djoko, mungkin ini bisa dianggap sebagai suatu best practise penerapan IT di lingkup pemerintahan yaitu penerapan IT di lingkup Departemen Keuangan khususnya di Ditjen Perbendaharaan Negara. Menyadari bahwa perubahan budaya kerja menjadi suatu hal yang sangat vital dalam implementasi e-Goverment, Departemen Keuangan membuat suatu pilot project di Ditjen Perbendaharaan Negara. Dalam proses transformasi budaya kerja ini, Depkeu melakukan seleksi ulang para karyawan Ditjen Perbendaharaan dimana seleksi ini dilakukan untuk memilih para karyawan yang mempunyai mindset budaya kerja berbasis IT. Dari sekitar 700 peserta seleksi hanya sepertiganya saja yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Karyawan yang lulus seleksi ini kemudian dididik dan dilatih untuk menggunakan sistem kerja berbasis IT dan hasilnya diluar perkiraan, efektifitas dan efisiensi semakin meningkat. Terus pertanyaannya, kemana karyawan yang lain yang tidak lulus seleksi - "ditempatkan" ditempat yang lebih baik ...he..he... saya nggak ngerti terminologinya Pak Djoko ini.

Tentunya keberhasilan itu tidak bisa terjadi ketika faktor leadership tidak mendukung, banyak contoh keberhasilan penerapan e-Government semisal di Pemkot Denpasar, Yogyakarta, Surabaya dll bisa terjadi karena dukungan yang sangat besar dari Pimpinan untuk implementasinya.

August 31, 2008

Marhaban Ya Ramadhan

July 27, 2008

Diterima di Program Magister TI UI

Hari ini gue bergegas ke kantor dengan tujuan utama segera buka pengumuman penerimaan mahasiswa baru UI, soalnya sejak hari Sabtu coba buka dari rumah ternyata akses internet ke kantor gue rada ada masalah so ditunda sampai hari ini... rada penasaran dan deg-degan juga soalnya kemarin waktu ujian tanpa persiapan sama sekali ditambah malam sebelum ujian ada acara kantor sampai jam 11 malam.
Ketika ujian sempat pucat juga melihat soal matematikanya beda banget dengan soal TPA yang pernah gue ikutin waktu coba beasiswanya BPPT ... dengan modal nekat dan apa yang teringat di otak saja gue coba kerjain .... dalam hati keterima alhamdulillah kalo enggak keterima ya entar coba lagi. Penantian gue tidak sia-sia nama gue ada di pengumuman dengan nomor urut 16 sesuai urutan nomor ujian gue 2008260747 ... ihiks tinggal mengencangkan ikat pinggang nih kalo kagak dapat beasiswa dari kantor. Alhamdulillah gue keterima di program S2 yang gue inginkan.



July 22, 2008

Vakum

Sudah sekian bulan blog ini nganggur padahal banyak banget yg bisa saya tulis, nggak sempat aja ato males nih ... he..he.. padahal banyak banget cerita yg bisa disampaikan dari acara kopdar dg Mas Aris sekitar 6 jam di Brussel(arishu.blogspot.com) - sampai cerita dinner terakhir di Beograd bersama "keluarga" Beograd (ada Pak Alex dan ibu, Mbak Eni dan Micko serta anaksnya, ada Danus dan Ninik) - sampai cerita perjalanan pulang yg transit di Athena dan Doha... banyak lagi tapi kok buntu ya kagak bisa keluar tulisannya ...he..he....